Ideologi Pancasila Tidak Bisa Ditawar-Tawar
Pembinaan ideologi Pancasila bagi tokoh agama tokoh
pendidikan tokoh masyarakat, Pemuda dan komponen masyarakat di Kaltim
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Kepala Badan Kesatuan bangsa dan Politik
Provinsi Kaltim H Sufian Agus
mengapresiasi kepada Badan pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI,
yang penyelenggaraan pendidikan dan pembinaan ideologi Pancasila
bagi tokoh agama tokoh pendidikan tokoh masyarakat, Pemuda dan komponen
masyarakat di Kaltim,
“Atas nama Pemprov
Kaltim, saya berterima kasih dan mengapresiasi kegiatan BPIP RI di Samarinda
ini, untuk memupuk dan menembukan
kembali nilai Pancasila, yang dapat diamalkan dalam kehidupan bernegara dan
bermasyarakat,” kata Sufian Agus mewakili Gubernur Kaltim pada pembukaan pembinaan ideologi Pancasila bagi tokoh agama
tokoh pendidikan tokoh masyarakat, Pemuda dan komponen masyarakat di Kaltim,
yang di gelar secara langsung dan virtual
di Ballroom Hotel Mercure Samarinda, Selasa (29/6/2021).
Sufian Agus
menambahkan, saat ini perkembangan dan perubahan zaman begitu cepat datangnya
berbagai budaya, prilaku dari berbagai
negara ,sungguh telah banyak memberikan pengaruh kepada semuanya, yang lambat laun mengancam terhadap tatanan
adat istiadat budaya dan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.
“Untuk itu, sebagai
bangsa besar dengan dikaruniai dengan kekayaan adat-istiadat budaya dan sumber
daya alam yang melimpah, kita harus
pandai dan pintar dalam mengembangkan
serta mempertahankan, sehingga bangsa
kita maju dan berkembang. Dan kita tidak boleh terlena
dengan ideology dari luar negeri yang dapat mengancam kesatuan persatuan
bangsa,” tandasnya.
Sufian Agus mengatakan, Pancasila adalah dasar dan
filosofi bernegara terakhir yang harus dijunjung dan pengangi, sebagai sebuah ideologi Pancasila tidak bisa
ditawar-tawar sebagai pandangan hidup dalam berbangsa dan bernegara karena di
dalam Pancasila terkandung nilai-nilai yang akan memberi tuntunan dalam
membentuk karakter bangsa.
Kepala Badan
Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia Prof. Drs. KH Yudian Wahyu mengatakan kehadiran BPIP di Samarinda, untuk menjalankan mandate Perpres no 7 thun 2018 tentang tugas
dan fungsi BPIP, yang diatanranya
membanatu presiden dalam merumuskan arah kebijakan pembiaan ideology Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan, melaksanakan penyususnan
stndardisasi pendidikan dan pelatihan dan menyelenggarakan pendidikan
dan pelatihan dalam pembinaan
ideology Pancasila.
“Sejak ditetatpkan melalui Perpres 7 tahun
2018. Alhamdulillah BPIP sudah menyelenggarakan pendidikan dan
pelatihan untuk ASN, TNI/Polri,
guru pendidikan dasar sampai menegah dan berbagai kelompok
masyarakat, melalui pendidikan dan pelatihan yang sudah diselenggarakan, semua
pesreta ,mendapatkan pengetahuan kognitif tentang Pancasila dan mendepatkan
bekal untuk terlibat secara aktif dalam pembinaan ideologi Pancasila di
lingkungan masing-masing,”kata Yudian Wahyu saat membuka kegiatan pembinaan
Ideologi Pancasila.(mar)